tugas TIK kelompok ALAT PERKEMBANGBIAKAN

ALAT PERKEMBANGBIAKAN

 

Alat perkembangbiakan pada tubuh tumbuhan dibedakan ke dalam dua golongan, yaitu :

  1. Alat perkembangbiakan vegetatif (a-seksual), yaitu bagian tubuh tumbuhan yang dapat menjadi individu baru tanpa didahului oleh proses perkawinan.
  2. Alat perkembangbiakan generatif (seksual), yaitu alat perkembangbiakan yang didahului oleh proses perkawinan.

Alat perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan biji adalah bijinya, dimana biji tersebut terdapat didalam buah yang berasal dari bunga.

Bunga (Flos)

Alat perkembangan generatif memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenis tumbuhannya. Pada tumbuhan berbiji alat tersebut berupa bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang di sebut: persarian (penyerbukan) dan pembuahan yang akan menghasilkan buah dan biji sehingga akan tumbuh menjadi individu baru. Bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat penting.

Dilihat dari susunan suatu bunga, dapat diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.

Dilihat dari tata letak dan susunannya bagian-bagian bunga dibedakan menjadi :

  1. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acyclis)
  2. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran (cyclis)
  3. Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran, dan sebagian lain terpencar atau menurut garis spiral (hemicyclis)

Bunga memiliki sifat-sifat yang menarik, di antaranya: bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya, baunya, ada dan tidaknya madu ataupun zat lain. Jumlah bunga pada tumbuhan berbeda-beda, tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), sedangkan yang lainnya tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora).

Suatu tumbuhan yang hanya memiliki satu bunga biasanya bunga terdapat pada ujung  batang (flos terminalis), jika terdapat banyak bunga maka sebagian bunga-bunga tadi terdapat pada ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang (flos lateralis atau flos axillaris)

 

       
       

 

 

 

 

 

                                                                       

 

       
 

Bunga pada ujung batang (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)

 

 

Bunga pada ketiak daun (Hibiscus rosa sinensis)

 

 

 

 

 

Bunga Majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia)

            Suatu bunga majemuk dapat di bedakan ke dalam bagian-bagian berikut, di antaranya:

  1. Bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhanchis), tangkai bunga (pedicellus) dan dasar bunga (receptaculum).
  2. Bagian yang bersifat seperti daun, yaitu daun-daun pelindung (bractea), daun tangkai (bractiola), seludang bunga (spatha), daun-daun pembalut (bractea involucralis, involucrum), kelopak tamabahan (epicalyx), daun-daun kelopak (sepalae), daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae), daun-daun tenda bunga (tepalae), benang sar (stamina), dan daun-daun buah (carpella).

 

 

 

 

 

Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun seringkali di namakan sumbu bunga (scapus). Dilihat dari sifat-sifatnya bunga majemuk dibedakan ke dalam 3 golongan yaitu :

  1. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak. Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi ibu tangkai tidak bercabang yang meliputi tandan (racemus/botrys), bulir (spica), untai atau bunga lada (amentum), tongkol (spadix), bunga payung (umbella), bunga cawan (corymbus), bunga bongkol (capitulum), dan bunga periuk (hypanthodium). Ibu tangkai bercabang meliputi malai (panicula), malai rata (corymbus ramosus), bunga payung majemuk (umbella composita), bunga tongkol majemuk, dan bulir majemuk.
  2. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, sehingga ibu tangkai memiliki pertumbuhan yang terbatas. Dilihat dari jumlah cabang ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan ke dalam 3 macam sifat yaitu monochasial, jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang, kadang lebih tetapi tidak pernah berhadapan, dan satu lebih besar dari yang lainnya. Dichasial, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, Pleiochasial, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, yang termasuk ke dalam bunga majemuk berbatas antara lain :
  • Anak payung menggarpu (dichasium), pada ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Dibawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya.
  • Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu suatu bunga majemuk yang ibu tangkainya bercabang, yang cabang-cabangnya bercabang lagi dimana pada setiap cabang hanya terbentuk satu cabang saja dan letaknya berganti-ganti ke kiri dan ke kanan.
  • Bunga sekerup (bostryx), ibu tangkai bercabang-cabang, tiap cabang hanya terbentuk satu cabang saja yang semuanya terbentuk ke kiri atau ke kanan dan cabang yang satu berturut-turut membentuk sudut sebesar 90°.
  • Bunga sabit (drepanium), percabangan seperti bunga sekrup tetapi semua percabangannya terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit.
  • Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga bercabang seling, semua percabangan terdapat satu bidang dan cabang tidak sama panjang.

 

  1. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.
  2. Tipe bunga majemuk lainnya antara lain gubahan semu atau karangan semu (verticillaster), lembing (anthela), tukal (glomerolus), berkas (fasciculus).

 

Bagian-Bagian Bunga

  1. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang.
  2. Dasar bunga (receptaculum) yaitu ujung tangkai yang sering kali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.
  3. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang daun atau urat-urat yang masih jelas.hiasan bunga tersusun oleh kelopak (kalyx) dan tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla).

Pada suatu bunga kadang tidak terdapat hiasan bunga, bunga tersebut dinamakan bunga telanjang (frosnodus). Hiasan bunga yang tidak dapat dibedakan antara kelopak dan mahkotanya dengan kata lain kelopak dan mahkotanya sama baik bentuk maupun warna dinamakan tenda bunga (perigonium) yang terdiri atas sejumlah daun tenda bunga (tepala).

  1. Alat-alat kelamin jantan (androecium), merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.
  2. Alat-alat kelamin betina (gynaecium), merupakan bagian yang disebut putik (pistillum), putik terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun buah (carpella).

Berdasarkan bagian-bagiannya yang terdapat pada bunga, bunga dibedakan menjadi:

  1. Bunga lengkap atau sempurna (flos completus), yang dapat terdiri atas: 1 lingkaran daun-daun kelopak, 1 lingkaran dau-daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun-daun buah.
  2. Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompletus), jika salah satu bagian hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga, maka bunga itu disebut bunga telanjang (nudus), jika hanya mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakan berkelammin tunggal (unisexualis).

 

Kelamin Bunga

Berdasarkan alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, dapat dibedakan:

  1. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan maupun putik.
  2. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya.

Berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan ke dalam bunga jantan (flos masculus), bunga betina (flos femineus) dan bunga mandul dan tidak berkelamin. Dilihat dari pertalian dengan kelamin bunga yang terdapat pada suatu tumbuhan dapat dibedakan menjadi berumah satu (monoecus), berumah dua (dioecus),  dan poligam (polygamus).

 

 

 

SIMETRI PADA BUNGA

Simetri adalah sifat suatu benda atau badan yang juga biasa disebut untuk bagian-bagian tubuh-tumbuhan (batang, daun maupun bunga), jika benda tadi oleh sebuah bidang dapat dibagi menjadi dua bagian sedemikian rupa, sehingga kedua bagian itu saling dapat menutupi.

Bunga sebagai suatu bagian tubuh-tumbuhan dapat pula mempunyai sifat dan bertalian dengan simetri, yaitu:

  1. Asimetri atau tidak simetris, jika pada bunga tidak dapat dibuat satu bidang simetri dengan jalan apapun juga. Misalnya bunga tasbih.
  2. Setangkup tunggal dengan lambang   , jika pada bunga hanya dapat dibuat satu bidang simetri saja yang membagi bunga tadi menjadi dua bagian yang setangkup.

Bergantung pada letaknya bidang simetri, bunga setangkup tunggal dibedakan lagi dalam 3 macam yaitu:

  1. Setangkup tegak, jika pada bidang simetrinya berimpit dengan bidang median (bunga telang)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Setangkup mendatar, jika pada bidang simetrinya tegak lurus pada bidang median (bunga Corydalis)
  2. Setangkup miring, jika pada bidang simetrinya memotong bidang median dengan sudut yang lebih kecil (bunga kecubung)
  3. Setangkup menurut dua bidang
  4. Beraturan atau bersimetri banyak dengan lambang * (bintang)

 

 

LETAK DAUN-DAUN DALAM KUNCUP

Keadaan daun-daun dalam kuncup dibedakan dua hal, yaitu:

  1. Pelipatan daun-daun itu dalam kuncup
  2. Letak daun-daun dalam kuncup terhadap daun-daun lainnya

Keadaan bagian-bagian bunga, khususnya mengenai kelopak dan mahkotanya, sewaktu bunga masih dalam keadaan kuncup.

  1. Pelipatan daun-daun kelopak dan mahkota
    1. Rata
    2. Terlipat kedalam sepanjang ibu tulangnya (terlipat kearah adaxial)
    3. Terlipat sepanjang tulang-tulang cabangnya
    4. Terlipat tidak beraturan
    5. Tergulung kedalam menurut poros bujur
    6. Tergulung keluar menurut poros bujur
    7. Tergulung kesatu arah menurut poros bujur
    8. Tergulung kedalam menurut poros lintang
    9. Tergulung keluar menurut poros lintang
    10. Terlipat kebawah dan kedalam
    11. Terlipat menurut poros lintang keluar

 

  1. Letak daun-daun kelopak dan mahkota terhadap sesamanya
    1. Terbuka
    2. berkatup
    3. berkatup dengan tepi melipat kedalam
    4. berkatup dengan tepi melipat keluar
    5. menyirap

 

Susunan daun-daun kelopak atau daun-daun mahkota yang saling menutupi di bedakan dalam

  1. Yang terpuntir ke satu arah

–            terpuntir ke kiri

–            terpuntir ke kanan

  1. mengikuti rumus 2/5
  2. kohlearis

–            kohlearis visinal atau kohlearis berdekatan

–            kohlearis distal atau kohlearis berjauhan

 

Mengenai susunan kohlearis ini dapat disebut lagi perbedaan menurut letak daun yang paling luar terhadap sumbu pokok yaitu:

–            kohlearis turun

–            kohlearis naik

Susunan daun-daun kelopak dan daun-daun mahkota dengan tepi yang saling menutupi dapat dibedakan lagi menurut asli atau tidaknya susunan yang demikian tadi. Dalam hubungan ini orang lalu membedakan:

  1. Susunan yang etop
  2. Susunan yang metatop

 

DASAR BUNGA

Bagian dasar bunga dibedakan atas:

  1. Pendukung tajuk bunga atau antofor
  2. Pendukung benang sari atau androfor
  3. Pendukung putik atau ginofor
  4. Pendukung benang sari dan putik atau androginofor
  5. Cakram

 

BENTUK DASAR BUNGA

Dasar bunga biasanya menebal atau melebar dan memperlihatkan bermacam-macam bentuk, misalnya:

  1. Rata
  2. Menyerupai kerucut
  3. Seperti cawan
  4. Bentuk mangkuk

Dari uraian mengenai bentuk dasar bunga dapat dilihat bahwa hiasan bunga dapat lebih tinggi atau lebih rendah letaknya dibandingkan dengan duduknya bakal buah. Berdasarkan sifat itu bunga dapat dibedakan dalam 3 golongan, yaitu:

  1. Hipogin (jika hiasan bunga tertanam pada bagian dasar bunga yang lebih rendah daripada tempat duduknya putik misalnya bunga johar).
  2. Perigin (jika letak hiasan bunga sama tinggi atau sedikit lebih tinggi daripada duduknya putik dan berbentuk seperti cawan misalnya bunga bungur).
  3. Epigin (dasar bunga berbentuk mangkuk atau piala dengan bakal buah yang tenggelam, sehingga seringkali seakan-akan hiasan bunga duduk dibagian atas bakal buah misalnya bunga daun kaki kuda).

 

KELOPAK

Daun-daun hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, juga bentuknya banyak, lebih kecil dan lebih kasar daripada hiasan bunga yang sebelah dalam. Bagian ini disebut kelopak.

Kelopak merupakan hiasan bunga yang masih jelas sebagai organ yang berasal dari daun.

Pada tumbuhan yang tergolong dalam suku Malvaceae seperti kapas, kembang sepatu, diluar lingkaran kelopak bunga, bunganya masih mempunyai daun-daun yang menyerupai kelopak, yang pada kapas justru amat besar dan menyelubungi seluruh bunga yang disebut kelopak tambahan.

Kelopak tersusun atas bagian-bagiannya yang dinamakan daun kelopak. Pada bunga daun-daun kelopak mempunyai sifat-sifat yaitu:

  1. Berlekatan

Menurut banyak sedikitnya bagian yang berlekatan(atau panjang pendeknya pacung-pacung dibagian atas kelopak) dibedakan 3 macam kelopak, yaitu:

  1. Berbagi
  2. Bercangap
  3. berlekuk
  4. Lepas atau bebas

 

Melihat simetrinya, bentuk kelopak yang bermacam-macam itu dapat dibedakan dalam 2 golongan, yaitu:

  1. Beraturan atau aktinomorf, berbentuk : bintang, tabung, terompet, mangkuk, piala, corong, lonceng dll.
  2. Setangkup tunggal atau atau zigomorf

–            Bertaji (bunga pacar air)

–            Berbibir (pada bunga Salvia)

 

TAJUK BUNGA ATAU MAHKOTA BUNGA

Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan bunga yang terdapat disebelah dalam kelopak, umumnya lebih besar, dengan warna yang indah, menarik, dengan bentuk susunan yang bagus, tidak jarang pula mempunyai bau yang harum atau sedap (tetapi banyak pula yang sama sekali tidak berbau atau malahan mempunyai bau yang busuk seperti bangkai).

Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota, dan seperti halnya dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota bunga menunjukkan sifat yang berbeda-beda:

  1. Berlekatan
    1. Tabung atau buluh tajuk
    2. Pinggiran tajuk
    3. Leher tajuk
    4. Lepas atau bebas
      1. Kuku daun tajuk
      2. Helaian daun tajuk
      3. daun-daun tajuk tidak ada atau sangat kecil sehingga sama sekali tidak menarik perhatian. Bunga tanpa tajuk bunga seringkali dinamakan bunga telanjang.

Tajuk bungapun seperti hanya dengan kelopak mempunyai bentuk yang bermacam-macam, dan berdasarkan simetrinya dapat dibedakan atas:

  1. beraturan (bentuk ini juga dinamakan polisimetris atau bersimetri banyak)
    1. bintang (misalnya tajuk bunga lombok)
    2. tabung (misalnya bunga tabung pada bunga matahari)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Terompet (misalnya pada bunga jantan papaya)

 

       
     
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. mangkuk atau buyung
  2. corong (misalnya pada bunga kecubung)
  3. lonceng (misalnya pada bunga ketela rambat)

 

  1. setangkup tunggal, bersimetri satu, atau monosimetris.
    1. Bertaji (misalnya pada bunga larat)
    2. Berbibir (misalnya pada kemangi)

 

 

 

  1. Berbentuk seperti kupu-kupu (misalnya pada kacang tanah)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Bertopeng atau berkedok (misalnya pada bunga mulut singa)
  2. Berbentuk pita (misalnya pada bunga-bunga pinggir pada bunga matahari)

 

TENDA BUNGA (Perigonium)

Tidak semua bunga mempunyai hiasan bunga yang jelas dapat dibedakan dalam kelompok dan tajuk bunganya. Berbagai jenis tumbuhan mempunyai hiasan bunga yang tidak lagi dapat dibedakan mana kelopak dan mana tajuk, dengan lain perkataan kelopak dan tajuk bunga sama, baik bentuk maupun warnanya. Itulah yang disebut tenda bunga (perigonium).

Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga dinamakan daun tenda bunga (tepala), yang menurut bentuk dan warnanya dapat dibedakan dalam 2 golongan :

  1. 1.         Serupa kelopak (calycinus)

Jika warnanya hijau seperti daun kelopak. Biasanya tak begitu besar dan tidak begitu menarik. Seperti terdapat bunga jenis palma (palmae) yaitu contohnya dari famili Arecaceae Palem Merah atau Pinang Merah (Cyrtostachys renda dan Areca vestiaria); Palem Raja (Roystonea regia) dan Pinang (Areca catechu) dan lain-lain.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                Cyrtostachys renda (Mahmudy, 2011)

 

  1. 2.         Serupa tajuk (corollinus)

Warnanya bermacam-macam seperto warna tajuk bunga, juga biasanya lebih besar dan bentuknya seringkali  lebih menarik daripada tajuk bunga sesungguhnya. Contohnya yaitu bunga anggrek (Orchidaceae), lilia (Liliaceae), Amaril (Amaryllidaceae), iris (Iridaceae), dan lain-lain. Pada daun tenda bunga (yang bersifat serupa tajuk) dapat pula dibedakan dua bagiannya yaitu kuku (unguis) dan helaiannya (lamina).

 

 

       
       

 

 

 

 

 

 

 

 

                            Orchidaceae                                                  Liliaceae

 

Bagian-bagian yang berupa daun-daun tenda bunga bunga tadi ada yang:

  1. Berlekatan (gamophyllus) contohnya yaitu (Lilium longiflorum Thum.). tenda bunga yang berlekatan memperlihatkan bentuk beraneka rupa seperi pada tajuk yang berlekatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lilium longiflorum Thum

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Lepas atau bebas (pleiophyllus) satu sama lain, seperti misalnya pada kembang sungsang (Gloriosa superba L.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                    Gloriosa superba L

 

BENANG SARI (Stamen)

Pada benang sari dapat dibedakan 3 bagian berikut :

  1. Tangkai sari (filamentum), yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang umunya berbentuk bulat.
  2. Kepala sari (anthera), yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari yang mempunyai 2 ruang sari (theca) maisng-masing ruang sari terdiri atas ruangan kecil (loculus atau loculumentum) didalamnya terdapat serbuk sari atau tepung sari (pollen), yaitu sl-sel jantan yang berguna untuk penyerbukan atau persarian.
  3. Penghubung ruang antar sari (connectum). Bagian ini merupakan lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari (ruang sari) yang terdapat di kanan kiri penghubung ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Stamen

 

Mengenai duduknya benang sari dibedakan 3 macam, yaitu :

  1. 1.         Benang sari jelas duduk pada dasar bunga. Tumbuhan dengan bunga yang bersifat demikan DE CANDOLLE dinamakan Thalamiflore, misalnya Citrus sp.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                       Stamen Citrus sp.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.         Benang sari tampak seperti duduk diatas kelopak dinamakan Calyciflorae, misalnya mawar (Rosa hybrida Hort.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     Rosa hybrida Hort.

 

  1. 3.         Benang sari tampak duduk diatas tajuk bunga. Tumbuhan yang demikian disebut : corolliflorae, a.l. anggota-anggota suku Boraginaceae, misalnya buntut tikus (Heliotropium indicum L.).

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        Heliotropium indicum L.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenai jumlah benang sari pada bunga umumnya dibedakan 3 golongan yaitu :

  1. Benang sari banyak, yaitu jika dalam satu bunga terdapat lebih cari seperti terdapat pada jambu-jambuan (Myrtaceae), misalnya jambu biji (Psidium guajava)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                    Stamen Psidium guajava

 

  1. Jumlah benang sari 2x lipat jumlah daun tajuknya dibedakan menjadi 2 kemungkinan yaitu :
    1. Diplostemon (diplostemonus), yaitu benang-benang sari dalam lingkaran luar duduk berseling dengan daun-daun tajuk, misalnya pada kembang merak (Caesalpinia pulcherrima).

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Stamen Caesalpinia pulcherrima

  1. Obdiplostemon (obdipiostemonus), jika keadaan sebaliknya artinya benang-benang sari pada lingkuran dalamlah yang duduknya berseling dengan daun-daun tajuknya, misalnya pada bunga geranium (Pelergonium odoratissimum Hort.).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                    Pelergonium odoratissimum Hort

 

  1. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang dibedakan menjadi 2 yaitu :
    1. Episepal (episepalus), artinya berhadapan dengan daun-daun kelopak. Berarti pula berseling dengan daun-daun tajuk.
    2. Epipetal (epipetalus), artinya berhadapan dengan daun-daun jadi berseling dengan daun-daun kelopak.

 

Bertalian dengan pendek panjangnya benang sari yang terdapat pada satu bunga itu antara lain dapat dibedakan :

  1. Benang sari panjang dua (didynamus), jika dalam satu bunga terdapat misalnya 4 benang sari, dan dari 4 benang sari itu, yang 2 panjang, sedang yang 2 laninnya pendek. Contohyna suku Labiatae, misalnya Kemangi (Ocimum basilicum L.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

                                                              Ocimum basilicum L.

  1. Benang sari panjang 4 (tetradynamus), misalnya mempunyai 6 benang sari dan 6 benang sari 4 yang panjang dan 2 yang pendek. Coontohnya pada bunga lobak (Raphanus sativus L.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

                                                                Raphanus sativus L

 

Umumnya benang sari terpisah dari puyik, tetapi ada pula kalanya benang sari berlekatan menjadi satu dengan putik membentuk suatu badan yang disebut ginestemium (gynostemium).

 

TANGKAI SARI (Filamentum)

Tngkai sari biasanya duduk terpisah-pisah di atas dasar bunga. Melihat jumlahnya berkas yang merupakan perlekatan benang-benang sari tadi dapat dibedakan :

  1. a.         Benang sari berberkas satu atau benang sari bertukai satu (monadelphus), yaitu jika semua tangkai sari pada satu bunga berlekatan menjadi satu. Contohnya pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                     Hibiscus rosa sinensis L.

  1. b.        Benang sari berberkas dua atau benang sari bertukal dua (diadelphus), jika benang sari terbagi menjadi dua kelompok dengan tangkai yang berlekatan dalam masing-masing jumlah tangkai sari dalam masing-masing kelompok tidak perlu sama. Contohnya pada tumbuhan berbunga kupu-kupu Papilionaceae.

 

 

 

 

 

 

                                                                                    Papilionaceae

 

  1. c.         Benang sari berberkas banyak atau benang sari bertukal banyak, yaitu dalam suatu bunga yang mempunyai banyak benang sari, tangkai sarinya tersusun menjadi beberapa kelompok atau berkas seperti misalnya pada bunga kapuk (Caiba petandra Gaertn) yang dalam satu bunga terdapat 5 berkas benang sari dengan tangkai-tangkainya yang berlekatan dalam masing-masing berkas.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                     Caiba petandra Gaertn

 

 

 

 

 

KEPALA SARI (Anthera)

Adalah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari, merupakan suatu badan yang berbentuk bermacam-macam bulat jorong, bulat telur, bangun kerinjal, dan lain-lain. Didalamnya terdapat 2 ruang sari (theca), tetapi dapat pula hanya satu atau lebih dari 2 ruang. Satu ruang sari biasanya terdiri atas dua kantong sari (Loculumentum, tetapi sekat yang memisahkan kedua kantong sari itu dapat hilang sehingga kedua kantong sari akhirnya menjadi satu ruang sari saja.

Ruang sari merupakan tempat terbentuknya sserbuk sari atau tepung sari (pollen). Serbuk sari merupakan badan yang amat lembut, jika terpisah-pisah mudah sekali beterbangan karena tiupan angin, ada pula yang bergumpal-gumpal.

Dalam satu bunga umumnya kepala sarinya bebas satu sama lain, jarang sekali menjadi satu. Contohnya kepala sari yang berlekatan satu sama lain terdapat pada bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang karena bentuk kepala sari pada bunga ini memanjang maka perlekatan kepala-kepala sari itu merupakan suatu badan yang berbentuk tabung.

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                Helianthus annuus L.

 

 

 

 

 

Berdasarkan duduknya kepala sari pada tangkainya dapat bermacam-macam :

  1. Tegak (innatus atau basifixus), yaitu jika kepala sari dengan tangkainya memperlihatkan batas yang jelas.
  2. Menempel (adnatus), jika tangkai sari pada ujungnya beralih menjadi penghubung ruang sari.
  3. Bergoyang (versatilis), jika kepala sari melekat pada suatu titik pada ujung tangkai sari misalnya terdapat pada bunga rumput umumnya (Gramineae)

Kepala sari dapat membuka dengan jalan yang berbeda-beda misalnya :

  1. Dengan celah membujur (longitudinalter dehiscens) yang menjadi jalan keluarnya serbuk sari dapat
    1. Menghadap kedalam (introrsum), seperti terdapat pada tumbuhan yang tergolong dalam suku Compositae, misal bunga matahari, dan lain-lain.

                                                                                                           

  1. Menghadap kesamping (lateraliter), misal pada begonia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                Begonia sp

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menghadap keluar (extrorsum), misalnya ada bunga semprit (Belamcanda chinensis Leman)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                      Belamcanda chinensis Leman

 

  1. Dengan celah melintang (Transversaliter dehiscens) yang tidak banyak terdapat, sebagai contoh misalnya pada beberapa tumbuhan suku Euphorbiaceae

 

  1. Dengan sebuah liang pada ujung atau pangkal kepala sari (Poris dehiscens) seperti terdapat pada kentang (Solanum tuberosum L.)

 

 

 

 

 

 

 

 

               

                                                                    Solanum tuberosum L.

 

 

 

 

  1. Dengan kelep atau katup-katup (valvis dehiscens) yang jumlahnya satu atau lebih misalnya pada keningar (Cinnamomum zeylanicum Breyn)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cinnamomum zeylanicum Breyn

 

PUTIK (Pistillum)

Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya dan kalau benang sari merupakan alat kelamin jantan bagi bunga. Bahwasanya putik pun merupakan metamorfosis daun sudah amat sukar untuk dbuktikan misalnya pada tumbuhan berbiji telanjang misalnya Pakis haji (Cycas rumphii Miq).

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagian-bagian yang menyusun putik adalah daun-daun pula yang telah mengalami metamorfosis yaitu daun buah (carpellum). Menurut banyaknya daun buah yang menyusun sebuah putik, putik dapat dibedakan dalam :

  1. Putik tunggal (simplex), yaitu jika putik hanya tersusun atas sehelai buah saja, misanya terdapat pada semua tumbuhan yang berbuah polong : kacang-kacangan, dan lain-lain(Leguminosae).
  2. Putik majemuk (compositus) jika putik terjadi dari dua daun buah atau lebih seperti misalnya pada kapas (Gossypium sp.)

Pada putik dapat dibedakan bagian-bagian berikut :

  1. Bakal buah (ovarium) yaitu bagian putik yang lazimnya kelihatan membesar dan duduk pada dasar bunga.
  2. Tangkai kepala putik (stylus) bagian putik yang sempit dan terdapat diatas bakal buah biasanya berbentuk benang
  3. Kepala putik (stigma) ialah putik bagian yang paling atas terletak pada ujung tangkai kepala putik tadi.

 

       
       

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagian-bagian putik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAKAL BUAH (Ovarium)

Adalah bagian putik yang membesar dan biasanya terdapat di tengah-tengah dasar bunga. Menurut letaknya terhadap dasar buna kita membedakan :

  1. a.         Bakal buah menumpang (superus) yaitu jika bakal buah duduk di atas dasar bunga sedemikian rupa, sehinggal bakal buah tadi lebih tinggi, sama tinggi atau bahkan mungkin lebih rendah daripada tepi dasar bunga.
  2. b.        Bakal buah setengah tenggelam (hemi inferus) yaitu jika bakal buah duduk pada dasar bunga yang cekung.
  3. c.         Bakal buah tenggelam (inferus) seperti b tetapi seluruh bagian samping bakal buah berlekatan dengan dasar bunga yang berbentuk mangkuk atau piala abadi

 

Berdasar jumlah ruang yang terdapat dalam suatu bakal buah dapat dibedakan dalam :

  1. Bakal buah beruang satu (unilocularis) : bakal buah yang beruang satu dapat tersusun atas satu daun buah saja, misalnya buah tumbuhan yang berubah polong (Leguminosae) dan tersusun atas lebih daripada satu daun buah contohnya bunga papaya (Carica papaya L.) dan markisa (Passiflora quadrangularis)
  2. Bakal buah beruang dua (Bilocularis) bakal buah ini biasanya tersusun atas dua daun buah misalnya suku Brassicaceae (kubis dan sejenisnya)
  3. Bakal buah beruang tiga (trilocularis) bakal buah ini terjadi di tiga daun buah yang tepinya melipat ke dalam dan berlekatan. Sehingga terbentuklah bakal buah dengan tiga sekat, seperti terdapat pada warga suku getah-getahan (Euphorbiaceae)
  4. Bakal buah beruang banyak (multilocularis) yaitu bakal buah yang tersusun atas banyak daun buah yeng berlekatan dan membentuk banyak sekat-sekat dan dengan demikian terjadilah banyak ruang-ruang, misalnya pada durian (Durio zibethinus Murr).

Sekat-sekat yang mebagi bakal buah menjadi beberapa ruang dapat dibedakan dalam :

  1. Sekat yang sempuran (Septum completus)

Berdasarkan asalnya sekat itu, sekat yang sempurna dapat lai dibedakan dalam dua macam :

  1. Sekat asli (septum) yaitu jika sekat ini berasal dari sebagian daun buah yang melipat ke dalam yang lalu berubah menjadi sekat. Misalnya pada durian (Durio zibethinus Murr).
  2. Sekat semu (septum spurius) yaitu jika sekat tadi bukan merupakan sebagian daun buah, tetapi misalnya terdidi atas suatu jaringan yang terbentuk oleh dinding bakal buah. Misalnya pada bunga kecubung (Datura metel L.)

 

TEMBUNI (Placenta)

Bagian bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji atau menjadi tempat duduknya bakal-bakal biji dinamakan tembuni (placenta).

  1. Marginal (marginalis), bila letaknya pada tepi daun buah
  2. Laminal (laminalis) bila letaknya pada helaian daun buahnya

Untuk bakal buah yang hanya terdiri atas satu ruang, maka kemungkinan letak tembuninya adalah :

  1. 1.        Parietal (parietalis),  yaitu pada dinding bakal-bakal buah
  2. 2.        Sentral (centralis), yaitu di pusat atau di poros
  3. 3.        Aksilar (axillaris), yaitu di sudut tengah

 

BAKAL BIJI (Ovulum)

Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada tembuni dengan cara berbeda-beda pula. Pada umumnya pada bakal biji dapat di bedakan bagian-bagian berikut:

  1. Kulit bakal biji (integumentum), yaitu lapisan bakal biji yamg paling luar, yang kelak akan merupakan kulit biji.
  2. Badan bakal biji atau nuselus (nucellus), yaitu jaringan yang diselubungi oleh kulit bakal biji tadi.
  3. Kandungan lembaga (saccus embrionalis), sebuah sel dalam nucellus yang mengandung sel telur (ovum).
  4. Liang bakal biji (micropyle), yaitu suatu liang pada kulit bakal biji
  5. Tali pusar (funiculus),pendukung bakal biji, yang menghubungkan bakal biji dengan tembuni.

Letak bakal biji pada tembuni dan jumlah kulit bakal biji merupakan sifat-sifat yang penting dalam pengenalan (identifikasi) dan penggolongan (klasifikasi) alat tumbuhan.

Mengenai letak bakal biji pada tembuni dapat dibedakan 5 posisi utama, yaitu bakal-bakal biji yang :

  1. Tegak (atropus)
  2. Mengangguk (anatropus)
  3. Bengkok (campylotropus)
  4. Setengah mengangguk (hemitropus, hemianatropus)
  5. Melipat (camptotropus)

Semua tumbuhan dengan bakal biji yang tersembunyi didalam bakal buah dijadikan satu golonganyang dinamakan tumbuhan biji tertutup (angiospermae).

Tangkai kepala putik (stylus)

Tangkai kepala putik itu berbentuk benag atau buluh yang dalamnya berongga, mempunyai saluran tangkai kepala putik (canalis stylinus) atau tidak.

Tangkai kepala putik ada yang bercabang ada yang tidak, dan jika bercabang, tiap ujung cabang tangkai kepala putik itu mendukung satu kepala putik, jadi pada tangkai kepala putik yang bercabang terdapat lebih banyak kepala putik dari pada tangkai kepala putiknya.

Kepala putik (stigma)

Kepala putik adalah bagian putik yang paling atas, yang terdapat pada ujung tangkai kepala putik atau ujung cabang tangkai kepala putik itu. Bagian ini berguna untuk menangkap serbuk sari, jadi mempunyai peranan yang penting dalam penyerbukan.

 

 

 

Bentuk kepala putik beraneka ragam, biasanya disesuaikan dengan cara penyerbukan pada bunga yang bersangkutan.

  1. Seperti benang, misalnya pada bunga jagung (zea mays L.)
  2. Seperti bulu ayam, pada bunga padi (oryza sativa L.)
  3. Seperti bulu-bulu, misalnya pada bunga kecipir (psophocarpus tetragonolobus D.C.)
  4.  Bulat, missalnya pada bunga jeruk (citrus sp).
  5. Bermacam-macam bentuk lain lagi, misalnya seperti bibir,seperti cawan, serupa daun mahkota, dst.

 

Kelenjar madu (necstarium)

Berbagai jenis tumbuhan mempunyai bunga yang menghasilkan madu, dan oleh karenanya bunga itu lalu mendapat kunjungan berbagai macam binatang (serangga, burung) untuk mendapatkan madu tadi.

Madu yang terdapat pada bunga biasanya dihasilkan oleh kelenjar madu (nectarium), yang berdasar asalnya dapat dibedakan dalam:

  1. Kelenjar madu yang merupakan suatu bagian khusus (suatu alat tambahan) pada bunga.
  2. Kelenjar madu yang terjadi dari salah satu bagian bunga yang telah mengalami metamorfosis dan telah berubah pula tugasnya.

 

Kelenjar madu yang merupakan metamorfosis salah suatu bagian bunga dapat berasal dari :

  1. Daun mahkota,
  2. Benang sari,
  3. Bagian-bagian lain pada bunga.

 

 

 

 

 

Penyerbukan atau persarian (pollinatio) dan pembuahan (fertilisatio)

Buah, biji, dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa penyerbukkan (pollinatio) dan pembuahan (fertilisatio). Yang dinamakan penyerbukkan ialah: jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal bji (untuk tumbuhan yang berbiji telanjang), sedang yang dimaksud dengan pembuahan ialah: terjadinya perkawinan (persatuan atau peleburan menjadi satu ) sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga didalam bakal biji dengan suatu inti yang berasal dari serbuk sari.

Selama pertumbuhan, inti dalam serbuk sari membelah menjadi dua, satu dibagian depan buluh yang menjadi penuntun gerak tumbuh buluh itu kearah bakal biji (inti vegetatif), yang kedua (inti generatif) lalu membelah lagi menjadi 2 inti sperma. Penyerbukan tidak selalu diikuti oleh pembuahan. Lazimnya penyerbukan hanya akan diikuti oleh pembuahan bila tumbuhan diserbuki oleh tumbuhan yang sama  atau sejenis.  

Berdasar asalnya serbuk sari yang jatuh di kepala putik itu, penyerbukan dapat di bedakan dalam beberapa macam, yaitu :

  1. Penyerbukan sendiri
  2. Penyerbukan tetangga
  3. Penyerbukan silang
  4. Penyerbukan bastar

 

Berdasarkan perbedaan waktu masak antara kepala sari dan kepala putik pada bunga yang memperlihatkan dikogami, kita dapat membedakan :

  1. Protandri atau proterandi (protandry, proterandry) 
  2. protogini atau proterogini (protogyny, proterogyny)
  3. adanya herkogami (hercogamy)
  4. adanya heterostili (heterostyly)

 

 

Menurut vektor atau perantara yang menyebabkan dapat berlangsung penyerbukan, penyerbukan dapat dibedakan dalam beberapa macam:

  1. penyerbukan dengan perantara aangin ( anaemophyly, anemogamy)
  2. penyerbukan dalam perantara air (hydrophly, hydrogamy)
  3. penyerbukkan dengan perantara binatang (zoydiophyly, zoydiogamy)

 

Berdasarkan golongan binatang apa yang dapat menjadi perantara penyerbukan ini. Penyerbukan zoidiofly dapat lagi dibedakan dalam :

  1. 1.         penyerbukan dalam perantaraan serangga (entomoflhyly, entomogamy).
  2. 2.         Penyerbukkan dengan perantaraan burun (ornithophyly, ornithogamy)
  3. 3.         Penyerbukan dengan perantaraan kelelawar (chiropterophyly, chiropterogamy)
  4. 4.         Penyerbukan dengan perantraan siput (malacophyly, malacogamy)

 

 

DIAGRAM BUNGA

            Dalam mendeskripsikan bunga, secara verbal (dengan kata-kata ) dapat ditambahkan gambar-gambar, agar pembaca dapat memperoleh kesan yang lebih mendalam tentang keadaan bunga. Salah satu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya adalah diagram bunga. Yang dinamakan diagram bunga ialah suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari, dan putik, juga bagian-bagian bunga lainnya jika masih ada, disamping keempat bagian pokok tersebut diatas.

Dalam membicarakan tentang bunga dan bagian-bagiannya telah diterangkan, bahwa bagian-bagian bunga duduk diatas dasar bunga, masing-masing teratur dalam satu lingkaran atau lebih. Oleh sebab itu kelopak dan daun tajuk harus selalu di gambar dengan lambang-lambang yang jelas berbeda, walupun bentuknya mirip satu sama lain .

Dalam menggambar bagian-bagian bunganya sendiri yang harus di perhatikan ialah.

  1. Berapa jumlah masing-masing bagian bunga tadi
  2. Bagimana susunannya terhadap sesamanya (misalnnya daun kelopak yang satu dengan yang lain) : bebas satu sama lain, bersentuhan tepinya, berlekatan, atau lain lagi.
  3. Bagaimana susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain 9daun-daun kelopak terhadap daun-daun tajuk bunga, benang sari, daun-daun buah penyusun putiknya): berhadapan atau berseling, bebas atau berlekatan dan seterusnya).
  4. Bagaimana letak bagian-bagian bunga itu terhadap bidang median.

 

RUMUS BUNGA

Lambang-lambang yang di pakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat bunga yang berkalian dengan simetrinya atau jenis kelaminnya, huruf-huruf merupakan singkatan nama bagian-bagian bunga, sedangkan angka-angka menunjukan jumlah masing-masing bagian bunga. Di samping itu masih terdapat lambang-lambang lain lagi yang memperlihatkan hubungan bagian-bagian bunga satu sama lain.

Oleh suatu rumus bunga hanya dapat di tunjukan hal-hal mengenai empat bagian pokok bunga sebagai berikut:

  1. 1.         Kelopak, yang di nyatakan dengan huruf K singkatan kata kalix (calyx), yang merupakan istilah ilmiah untuk kelopak
  2. 2.         Tajuk atau mahkota, yang di nyatakan dengan huruf C singkatan kata corolla (istilah ilmiah untuk mahkota bunga)
  3. 3.         Benang-benang sari yang di nyatakan dengan huruf A, singkatan kata androeciuem (istilah ilmiah untuk alat-alat jantan pada bunga)
  4. Putik, yang di nyatakan dengan huruf G, singkatan kata geyenaeceium (istilah ilmiah untuk alat pada bunga).

Jika kelopak dan mahkota sama baik bentuk maupun warnanya, kita lalu mempergunakan huruf lain untuk menyatakan bagian tersebut, yaitu huruf P, singkatan kata perigonium (tenda bunga).

 

BUAH (fructus)

Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji.

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri, jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang penting, misalnya :

  1. Daun-daun pelindung
  2. Daun-daun kelopak
  3. Tangkai kepala putik
  4. Kepala putik

Adapun bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah semu, misalnya :

  1. Tangkai bunga, contohnya pada jambu monyet atau jambu mete (Anacardium occidentale L).

 

 

 

 

  1. Dasar bunga bersama, contoh pada suatu bunga majemuk, misalnya pada bunga lo (Ficus glomerata Roxb).
  2. Dasar bunga, contohnya pada bunga tunggal, misalnya pada arbe (Fragraria vesca L).

 

 

 

 

 

  1. Bunga kelopak, contohnya pada ciplukan (Physalis minima L)

 

 

 

 

 

  1. Tenda bunga dan ibu tangkai, contohnya pada bunga majemuk, misalnya buah nangka(Artocarpus integra Merr).

 

 

 

 

 

 

 

Ikhtisar tentang buah

  1. Buah semu atau buah tertutup, jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar menarik perhatian dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan)
  2. Buah sungguh atau buah telanjang yang melulu terjadi dari bakal buah dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti.

Penggolongan buah semu dapat dibedakan dalam :

  1. Buah semu tunggal yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah, pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah.
  2. Buah semu ganda yaitu jika pada satu bunga terdapat lebih daripada satu bakal buah yang bebas satu sama lain.
  3. Buah semu majemuk yaitu buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja.

Penggolongan buah sungguh (Buah sejati)

  1. Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Contoh: buah mangga (Mangivera indica L.), durian (Durio zibethinus Mur) dan papaya (Crica papaya L).

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

  1. Buah sejati ganda, ialah buah yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal bakal buah yang bebas satu sama lain. Contoh: pada cempaka (Michelia champaca Bail).

 

 
   

 

 

 

 

 

 

  1. Buah sejati majemuk, ialah buah yang berasal dari suatu bunga majemuk yang masing-masing bunganya mendukungsatu bakal buah tetapi setelah manjadi buah tetap berkumpul. Contoh: pada pandan (Pandanus tectorius Sol)

 

 

 

 

 

 

Buah sejati tunggal dapat dibedakan lagi dalam 2 golongan yaitu :

  1. Buah sejati tunggal yang kering (siccus) buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Contoh : kacang tanah (Arachis hypogaeaL.) dan padi (Oryza sativa L.)
  2. Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging.

Ikhtisar Buah Sejati Tunggal Yang kering, dapat dibedakan lagi dalam :

  1. Buah sejati tunggal kering yang hanya mengandung satu biji, biasanya buah ini kalau masak tidak pecah (indehiscens).
    1. Buah padi (caryopsis), yang dinamakan buah padi adalah buah berdinding tipis, mengandung satu biji dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji, sedang kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan bijinya. Contoh : buah padi (Oryza sativa L.), jagung (Zea mays L.)
    2.  Buah kurung (achenium)  yaitu buah berbiji satu, tidak pecah, dinding buahnya tipis, berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh buah bunga matahari (Helianthus annus L.) dan buah bunga pagi sore (Mirabilis jalapa L.).
    3. Buah keras (nux) seperti buah kurung, yang seringkali hanya dibedakan dari buah kurung karena buah ini mempunyai kulit buah yang kaku atau keras berkayu. Contoh : pada buah sarangan (Castanea argentea Bl.).
    4. Buah keras bersayap (samara), seperti buah keras, tetapi pada kulit buah terdapat suatu alat tambahan berupa sayap, yang menyebabkan buah dapat beterbangan jika tertiup angin. Contoh : pada warga suku Ddipterocarpaceae.
    5. Buah sejati tunggal kering yang mengandung banyak (lebih dari satu) biji dan jika masak dapat pecah sedemikian rupa hingga biji terlepas (dapat meninggalkan buahnya).
      1. Buah berbelah (schizocarpium) buah ini mempunyai dua ruang atau lebih tiap ruang berisi satu biji. Buah berbelah dapat dibedakan lagi dalam :
        1. Buah berbelah dua (diachenium) contoh : buah pegagan (Centella asiatica Urb)
        2. 2.      Buah berbelah tiga (triachhenium) contoh : pada Trapaeolum majusL.
        3. Buah berbelah empat (tetrachenium) contoh : buah selasih (Ocimum basilicum L.)
        4. Buah berbelah banyak (polyachenium), contoh : seperti buah kurung.
        5. Buah kendaga (rhegma). Buah ini mempunyai sifat seperti buah berbelah tetapi tiap bagian buah kemudian pecah lagi sehingga dengan itu biji dapat terlepas dari biliknya.

Menurut jumlah kendaganya buah ini dapat dibedakan lagi dalam :

  1. Buah berkendaga dua (dicoccus)
  2. Buah berkendaga tiga (tricoccus)
  3. Buah berkendaga lima (pentacoccus)
  4. Berkendaga banyak (polycoccus)
  5. Buah kotak yaitu suatu buah kering sejati tunggal yang mengandung banyak biji, terdiri atas satu atau beberapa daun buah, jika masak lalu pecah, tetapi kulit buah yang pecah itu sampai lama melekat pada tangkai buah.

 

Dapat dibedakan dalam :

  1. Buah bumbung (folliculus) buah ini tersusun atas sehelai daun buah, mempunyai satu ruangan dengan banyak biji didalamnya.
  2. Buah polong (legumen) buah ini terbentuk dari satu daun buah pula dan mempunyai satu ruangan atau lebih.
  3. Buah lobak atau polong semu (siliqua) buah ini tersusun atas dua daun buah, mempunyai satu ruangan dengan dua tembuni pada perlekatan daun buahnya.
  4. Buah kotak sejati (kapsula) buah ini terjadi dari dua daun buah atau lebih dan mempunyai ruangan yang jumlahnya sesuai dengan banyaknya daun buah.

Ikhtisar Buah Sejati Tunggal Yang Berdaging, dapat dibedakan :

  1. Buah buni (bacca) adalah buah yang dindingnya mempunyai dua lapisan, ialah lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit (belulang) dan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair seringkali dapat dimakan.

Buah buni yang yang berdinding tebal dan dapat dimakan, Contoh : buah papaya (Carica papaya L.)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

buah buni yang kulitnya tidak begitu tebal. Contoh : buah duku (Lansium domesticum Corr)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Buah mentimun (pepo) buah ini ditinjau dari sudut susunannya tidak jauh berbeda dengan buah buni. Contoh : buah semangka

 

 

 

 

 

 

 

  1. Buah jeruk (hesperidium) buah ini dapat pula dianggap sebagai suatu variasi buah buni. Contoh: buah jeruk (Citrus sp.)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Buah batu (drupa) buah ini mempunyai kulit buah yang terdiri atas tiga lapisan kulit yaitu :
  • Kulit luar (exocarpium)
  • Kulit tengah (mesocarpium)
  • Kulit dalam (endocarpium)

 

  1. Buah delima, kulit buah yang merupakan lapisan luar kaku seperti kulit atau hampir mengayu, lapisan dalamnya tipis dan licin. Contoh : buah delima (Punica granatum L.)

 

 

 

 

 

  1. Buah apel (pomum), seperti buah batu dengan kulit dalam yang tipis tetapi cukup kuat, seperti kulit, kulit tengah tebal, lunak, berair, biasanya dapat dimakan. Contoh : buah apel (Pirus malus L.)

Buah Sejati Ganda

      Seperti telah diterangkan, buah sejati ganda adalah buah yang terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing bebas, tumbuh menjadi buah sejati, tetapi kesemuanya tetap berkumpul pada satu tangkai.

      Menurut sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati ganda dapat dibedakan dalam :

  1. Buah kurung ganda.
  2. Buah batu ganda.
  3. Buah bumbung ganda.
  4. Buah buni ganda. Contoh : buah srikaya (Annona squamosa L.)

Buah sejati majemuk

            Buah sejati majemuk berasal dari suatu bunga majemuk, jadi merupakan kumpulan banyak buah, yang masing-masing berasal dari satu bangsa. Dapat dibedakan menjadi :

  1. Buah buni majemuk, misalnya pada nenas (Ananas comosus Merr).
  2. Buah batu majemuk, misalnya pada nenas (Pandanus tectorius Sol).
  3. Buah kurung majemuk

BIJI (Semen)

Bagian – bagiaan biji

  1. Kulit biji (Spermodermis)
  2. Tali pusar (Funiculus)
  3. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)

Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya : integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis)

 

Kulit Biji (Spermodermis)

Kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum), oleh sebab itu biasanya kulit biji  (dari tumbuhan biji tertutup (angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu :

a. lapisan kulit luar (testa), mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras speperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam.

b. lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, sering dinamakan dengan kulit ari.

Pada tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae) mempunyai tiga lapisan, contohnya pada biji melinjo (Gnetum gnemon L). Ketiga lapisan kulit biji seperti dapat dilihat pada belinjo masing-masing dinamakan :

  1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning dan akhirnya merah.

b. Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.

  1. Kulit dalam  (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, seringkali melekat erat pada inti biji.

                                                                                                                                                     Biji belinjo

Bagian-bagian kulit luar biji

  1. Sayap (ala) : biji tumbuhan mudah dipancarkan oleh angin. Contohnya Kelor (Moringa oleifera Lamk).

 

Biji bersayap

  1. Bulu (coma) : penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut yang halus. Buu-bulu ini mempunyai fungsi seperti sayap, yaitu memudahkan bertbangan biji oleh tiupan angin. Contohnya : kapas (Gossypium sp), biduri (Calotropis gigantea Gryand).

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

Kapas

  1. Salut biji (arillus) : yang berasal dari pertumbuhan tali pusar, contohnya biji durian (Durio zibethinus Murr).

                                

Biji durian

  1. Selaput biji semu (arillodium), seprti salut biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar, melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micripyle). Macis pada biji pala sebenarnya adalah suatu biji salut biji semu.

 

Macis biji pala

  1. Pusar biji (hilus), bagian kulit luar biji yang merupakan bekas perlekatan dengan tali pusar, biasanya kelihatan kasar dan mempunyai perna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji, contohnya kacang panjang (Vigna sinensis Endl.)

 

Kacang panjang

  1. Liang biji (micropyle), liang kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sarike dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Contohnya biji jarak (Ricinus communis L.)

 

Biji jarak

  1. Bekas berkas pembuluh pengangkutan (chalaza) , contohnya biji anggur (Vitis vinifera L).

 

Biji anggur

  1. Tulang biji (raphe), Terusan tali pusar pada biji, biasanya hanya kelihatan pada biji yang berasal dari bakal biji yang mengangguk dan pada biji biasanya tak begitu jelas lagi, masih kelihatan. Contohnya biji jarak.

 

Biji jarak

 

Tali Pusar (Funiculus)

Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal dengan pusar biji.

 

Inti biji (Nucleus seminis)

Inti biji terdiri atas :

  1. Lembaga (embryo) , yang merupakan calon individu batu
  2. Putih lembaga (albumen) : Jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah), sebelum dapat mencari makanan sendiri.

Lembaga (Embryo)

Lembaga di dalam biji telah memperliharkan ketiga bagian utama tubuh tumbuhan, yaitu :

a. akar lembaga atau calon akar (radicula)

b. Daun lembaga (cotyledo), berfungsi

–            Sebagai tempat penimbunan makanan

–            Sebagai alat untuk melakukan asimilasi

–            Sebagai alat penghisapan makanan untuk lembaga dari putilembaga

c.  Batang lembaga (cauliculus), dapat dibedakan dalam dua bagian

–            Ruas batang di atas daun lembaga (internodium epycotylum)

–            Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hipocotylum)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembaga di dalam biji dengan bagian-bagiannya

 

Putih Lembaga (albumen)

  1. Putih lembaga dalam (endospermium), contohnya biji jagung (Zea mays L.)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Putih lembaga luar (perispermium), contonya biji lada (Piper nigrum L. )

 

 

 

 

      

Kecambah (Plantula)

Perkecambahan biji dapat dibedakan dalam dua macam :

  1. Perkecambahan di atas tanah (epigaeis), contohnya kacang hijau (Phaseolus radiatus L.)

                                                     

  1. Perkecambahan di bawah tanah (hiogaeis), contohnya biji kacang kapri (Pisum sativum L.).

                                                                         

 

Bunga Tunggal

                                                    PRAKTIKUM V

 

Topik               :   Bunga Tunggal

Tujuan             :   Mengenal bunga tunggal serta bagian-bagiannya.

Hari /tanggal   :   Kamis/ 21 Maret 2013

Tempat            :   Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

 

 

I.      ALAT DAN BAHAN

Alat :

  1. Baki/nampan
  2. Alat tulis
  3. Silet/cutter

Bahan :

  1. Bunga Kaca piring (Gardenia augusta Merr.)
  2. Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
  3. Bunga Mawar (Rosa sp)
  4. Bunga Pepaya (Carica papaya L.)
  5. Bunga Waru

 

II.        CARA KERJA

  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Mengamati dan menentukan bagian-bagian bunga: tangkai bunga (pedicellus), kelopak (calyx), mahkota (corolla), tenda bunga (perigonium), putik (stigma), benang sari (stamen), pendukung putik dan benang sari (andriginofor), bakal buah (karpelum), daun pemikat (lokblad).
    1. Menggambar hasil pengamatan.

 

III. TEORI DASAR

            Alat perkembangbiakan pada tumbuhan dibedakan dalam dua golongan, yaitu yang bersifat vegetatif dan yang generatif. Alat perkembangbiakan generatif tersebut bentuk dan susunanya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuh, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Pada bunga ini terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa persarian (penyerbukan) dan pembuhan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang disebut buah, yang di dalamnya terkandung biji dan biji inilah yang mnanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Tumbuhan yang hanya mempunyai satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal (Planta unifloral) sedangkan lainnya tumbuh an berbunga banyak (planta multifloral). Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian yang terdiri dari:

  1. Tangkai bunga (pedicellus)
  2. Dasar bunga (receptaculum)
  3. Hiasan bunga (perianthium)
  4. Alat-alat kelamin jantan (androecium)
  5. Alat-alat kelamin betina (gynaecium)

Bagian-bagian hiasan bunga pada umumnya tersusun dalam dua lingkaran, yaitu:

  1. Kelopak (kalyx)
  2. Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla)

Pada suatu tabung sering kita dapati tidak ada hiasan bunganya. Bunga yang demikian dinamakan bunga telanjang (flos nudus), atau hiasan bunga tidak dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkkotanya, dengan kata lain kelopak dan mhkota bunga sama, baik bentuk dan warnanya. Hiasan bunga yang demikian dinamakan tenda bunga (perigonium).

      Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga kecuali tangkai dan dasar bunga, maka bunga dapat dibedakan dalam:

1.   Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus)

2.   Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos in-completus)

 

  1. V.    ANALISIS DATA
  2. 1.      Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Klasifikasi             : 

Divisio                   : Magnoliophyta

Classis                   : Magnoliopsida

Subclassis              : Dillenidae

Ordo                      : Malvales

Familia                  : Malvaceae

Genus                    : Hibiscus

Species                  : Hibiscus rosa-sinensis L.

Sumber                  : (Cronquist, 1981)

 Bunga ini termasuk bunga tunggal karena dalam satu tangkai hanya terdapat satu bunga. Bunga tumbuh pada ketiak daun dan menggantung, memiliki ukuran cukup besar. Pada bagian luar lingkaran kelopak bunganya masih mempunyai daun-daun yang menyerupai kelopak yang disebut kelopak tambahan. Daun mahkota berbentuk bulat telur terbalik yang berjumlah lima berwarna merah sedangkan pada pangkal mahkotanya berwarna merah kehitaman. Mahkota bebas satu sama lain tetapi pada pangkal seringkali berlekatan dengan buluh yang merupakan perlekatan tangkai-tangkai sarinya. Putiknya berjumlah lima. Benang sarinya banyak dan terdapat pada tangkai sari.

 

  1. 2.      Bunga Mawar (Rosa sp)

Klasifikasi             : 

Kingdom               : Plantae

Divisio                   : Magnoliophyta

Classis                   : Magnoliopsida

Sub classis             : Rosiidae

Ordo                      : Rosales

Familia                  : Rosaceae

Genus                    : Rosa

Spesies                  : Rosa sp

Sumber                  : (Cronquist, 1981)

Mawar adalah tumbuhan semak yang kadang-kadang memanjat, berduri dan juga merupakan tanaman berkayu. Bunga kerap kali berkelamin 2, beraturan dan berbilangan 5, Daun mahkota sebanyak taju kelopak, Kelopak berdaun lekat kadang dengan kelopak tambahan, benang sari 6 sampai banyak. Tangkai sari waktu kuncup kerap kali membengkok, Kepala sari kecil beruang 2, bakal buah satu sampai banyak, menumpang ada yang tenggelam dan ada juga yang setentah tenggelam. Bunga mawar sering dijadikan sebagai aroma terapi. Wangi dari bunga mawar banyak mengundang serangga untuk berdatangan.

  1. 3.      Bunga Kaca piring (Gardenia augusta Merr.)

      Klasifikasi             : 

Kingdom               : Plantae

Divisio                   : Magnoliophyta

Classis                   : Magnoliopsida

Sub classis             : Asteriidae

Ordo                      : Rubiales

Familia                  : Rubiaceae

Genus                    : Gardenia

Spesies                  : Gardenia augusta Merr.

Sumber                  : (Cronquist, 1981)

Bunga kaca piring berwarna putih, tunggal, bertangkai pendek dan berbau harum, bentuk bunga mirip seperti bunga mawar. Mahkota bentuk terompet, tabung bulat, kehijauan, leher berambut, pinggiran mahkota 6-9 cm, putih cerah, keenam taju yang paling luar oval bulat telur terbalik, yang lain makin kedalam makin pendek. Di gunakan sebagai tanaman hias dipekarangan rumah karena bunganya bagus dan berbau harum.

 

 

 

  1. 4.      Bunga Pepaya (Carica papaya L.)

Klasifikasi             :

Kingdom               : Plantae

Divisio                   : Magnoliophyta

Classis                   : Magnolipsida

Sub classis             : Dilleniidae

Ordo                      : Violales

Familia                  : Caricaceae

Genus                    : Carica

Species                  : Carica papaya L.

Sumber                  : (Cronquist, 1981)

Pada pohon pepaya bisa ditemukan bunga jantan, betina dan bunga banci. Bunga banci yaitu bunga yang mempunyai benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina). Bunga betina umumnya berdiri sendiri, berwarna putih kekuningan. Bakal buah beruang 1 dengan 5 kepala putik. Bunga hampir selalu berkelamin satu dan berumah dua, tetapi kebanyakan dengan beberapa bunga berkelamin 2 pada karangan bunga yang jantan. Bunga jantan pada tandan yang serupa malai dan bertangkai panjang, kelopak sangat kecil, mahkota berupa terompet, putih kekuningan, dengan tepi yang bertaju 5 dan tabung yang panjang, langsing, taju terputar dalam kuncup; kepala sari bertangkai pendek dan duduk. Bunga betina kebanyakan berdiri sendiri; daun mahkota lepas atau hampir lepas, putih kekuningan (Steenis, 2006, 301-301).

 

  1. 5.      Bunga Waru

Klasifikasi             :

Divisio                   : Magnoliophyta

Classis                   : Magnoliopsida

Subclassis              : Dilleniidae

Crdo                      : Malvales

Familia                  : Malvaceae

Genus                    : Hibiscus

Species                  : Hibiscus tiliaceus

      Sumber                  : (Cronquist, 1981)

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bunga waru ini hampir sama dengan kembang sepatu, tetapi yang membedakan adalah warnanya. Pada bunga waru berwarna kuning sedangkan bunga kembang sepatu warnanya merah. Bagian-bagian bunga waru adalah tangkai bunga (Pedicellus), dasar bunga (receptaculum), kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistillum).

 

  1. VI.  KESIMPULAN
  2. Bunga tunggal (planta unifloral) yaitu apabila dalam satu tangkai bunga hanya terdapat satu bunga saja dan biasanya terdapat di ujung batang.
  3. Berdasarkan letaknya, bunga tunggal dapat dibedakan menjadi dua  macam, yaitu: Bunga tunggal yang terletak di ketiak daun dan bunga tunggal yang terletak di ujung daun. Bagian-bagian pada bunga tunggal umumnya terdiri atas: tangkai bunga (pedicellus), kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla), tenda bunga (perigonium), putik (pistillum), benang sari (stamen), pendukung putik dan benang sari, bakal bual (ovarium), daun buah (karpelum) serta daun pemikat
  4. Bunga Kaca piring (Gardenia augusta Merr.) merupakan bunga tunggal yang memiliki tangkai bunga (pedicellus) dan kelopak bunga (calyx) yang kecil dan pendek, mahkota bunga (corolla) yang berjumlah banyak dan berwarna putih. Bunga ini termasuk ke dalam bunga banci atau berkelamin 2 (hermaphroditus) yang mana dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan dan alat kelamin betina, yaitu benang sari dan putik.
  5. Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan bunga yang bagian-bagiannya lengkap terdiri dari tangkai bunga (pedicellus), kelopak (calyx), kelopak tambahan, mahkota berwarna merah (corolla), benang sari dan putik.
  6. Bunga Mawar (Rosa sp) merupakan bunga tunggal yang memiliki tangkai bunga (pedicellus), mahkota bunga (corolla) berjumlah banyak yang berwarna merah cerah. Bunga ini termasuk ke dalam bunga banci atau berkelamin 2 (hermaphroditus) yang mana dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan dan alat kelamin betina, yaitu benang sari dan putik.

 

  1. VII.     DAFTAR PUSTAKA

Amintarti Sri. 2013. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: MIPA FKIP UNLAM.

 

Cronquist, A. 1981. An Integrated System of Classification of flowering Plants. Columbia University Press. New York.

 

Steenis, Van. G. G. J. 2002. Flora. Jakarta : Pradya Paramita.                       

Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

http://budiboga.blogspot.com/2006/05/bunga-mawar-si-bungaromantis.html Di akses Sabtu/23 Maret 2013

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:White_Gardenia_flower.jpg Diakse Sabtu/23 Maret 2013

 

http://www.nybg.org/bsci/belize/Hibiscus_rosa-sinensis.jpg Diakses Sabtu/23 Maret 2013

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:White_Gardenia_flower.jpg Diakse Sabtu/23 Maret 2013

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:White_Gardenia_flower.jpg Diakse Sabtu/23 Maret 2013

 

 

 

 

 

ILMU KEALAMAN DASAR (Hakikat Manusia dan Keingintahuannya)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Tuhan menciptakan dua makhluk, yang satu bersifat anorganis (benda mati) dan yang lain bersifat organis (makhluk hidup). Benda yang menjadi pengisi bumi tunduk pada hukum alam (deterministis) dan makhluk hidup tunduk pada hukum kehidupan (biologis), tetapi yang jelas ciri-ciri kehidupan manusia sebagai makhluk yang tertinggi, lebih sempurna dari hewan maupun tumbuhan.

Dari sekian banyak ciri-ciri manusia sebagai makhluk hidup, akal budi dan kemauan keras itulah yang merupakan sifat unik manusia. Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan tuhan yang paling berhasil dalam persaingan hidup di bumi ini, meski banyak keterbatasan fisik, seperti: ukuran, kekuatan, kecepatan, dan panca inderanya, bila dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Keberhasilan itu disebabkan oleh manusia memiliki kemampuan otak yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan lebih mudah untuk beradabtasi dengan lingkungannya.

Rasa ingin tahu, juga merupakan salah satu ciri khas manusia. Ia mempunyai kemampuan untuk berpikir sehingga rasa keingintahuannya tidak tetap sepanjang zaman. Karena apa? Karena manusia akan selalu bertanya apa, bagaimana dan mengapa begitu. Manusia juga mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru sehingga menjadi pengetahuan yang lebih baru.

Dalam makalah ini, kelompok 1 akan membahas tentang “Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya”. Bagaimana hakikat manusia dan keingintahuannya, perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia, serta bagaimana sejarah pengetahuan manusia.

 

 

B. Rumusan Masalah

Di dalam makalah ini yang berjudul “Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya”

mempunyai beberapa rumusan masalah yaitu :

  1. Apa hakekat alam pikiran manusia yang sebenarnya dan bagaimana sifat keingintahuannya?
  2. Bagaiman perkembangan fisik, sifat, dan pikiran manusia?
  3. Bagaimana sejarah pengetahuan manusia?

 

C. Tujuan

Makalah Ilmu Kealaman Dasar ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu :

  1. Untuk mengetahui bagaimana alam pikiran manusia yang sebenarnya dan sifat keingintahuannya 
  2. Untuk mengetahui perkembangan fisik, sifat, dan pikiran manusia
  3. Untuk mengetahui alam pikiran manusia dan perkembangannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Hakikat Manusia dan Keingintahuannya

Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya.

1.  Kelebihan Manusia dari Penghuni Bumi Lainnya

Manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya antara lain :

a)      Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.

b)      Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.

c)      Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.

d)     Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).

e)      Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).

f)       Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).

 

2.  Rasa Ingin Tahu dan Terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya sendiri.

Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu, tanah, api, angin, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi sekedar akibat dari pengaruh alamiah yang bersifat kekal.

Bagaimana dengan makhluk-makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang? Sebatang pohon misalnya, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan atau gerakan, namun gerakan itu terbatas pada mempertahankan kelestarian hidupnya yang bersifat tetap. Misalnya, daun-daun yang selalu cenderung untuk mencari sinar matahari atau akar-akar yang selalu cenderung untuk mencari air yang kaya mineral untuk kebutuhan hidupnya. Kecenderungan semacam ini nampak berlangsung sepanjang zaman.

Bagaimana dengan binatang yang menunjukkan adanya kehendak berpindah (eksplorasi) dari satu tempat ke tempat yang lain? Misalnya ikan, burung, harimau atau binatang yang sangat dekat dengan manusia yaitu monyet? Tentunya burung-burung bergerak dari satu tempat didorong oleh suatu keinginan, antara lain rasa ingin tahu. Ingin tahu apakah di sana ada cukup makanan untuk disantap sendiri atau bersama yang lain. Ingin tahu apakah disuatu tempat cukup aman untuk membuat sarang. Setelah mengadakan eksplorasi tentu mereka menjadi tahu. Itulah “pengetahuan” dari burung tadi. Burung juga memiliki “pengetahuan” bagaimana caranya membuat sarang di atas pohon. Burung manyar atau burung tempua begitu pandai menganyam sarangnya yang begitu indah bergelantungan pada daun kelapa, namun pengetahuannya itu ternyata tidak berubah-ubah dari zaman ke zaman.

Bagaimana dengan monyet yang begitu pandai? Bila kita perhatikan baik-baik kehidupan monyet-monyet tersebut, ternyata kehendak mereka ingin mengeksplorasi alam sekitar itu didorong oleh rasa ingin tahu yang tetap sepanjang zaman atau yang oleh Isaac Asimov (1972) disebut sebagai “Idle Curiousity” atau “Instinct” Instink itu berpusat pada satu hal saja yaitu untuk mempertahankan kelestarian hidupnya. Untuk itu mereka perlu makan, melindungi diri dan berkembang biak.

Bagaimana dengan manusia? Manusia juga memiliki instink seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Namun, manusia memiliki kelebihan, yaitu “kemampuan berpikir” dengan kata lain “curiousity-nya” tidak “idle” tidak tetap seperti itu sepanjang zaman. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang berkembang atau dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan berpikir. Ia bertanya terus setelah tahu tentang “apa”-nya, mereka juga ingin tahu “bagaimana” dan “mengapa” begitu. Manusia mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuannya yang baru, menjadi pengetahuannya yang lebih baru. Hal demikian itu berlangsung berabad-abad lamanya, sehingga terjadi suatu akumulasi pengetahuan. Sebagai ilustrasi, kita bayangkan saja manusia purba zaman dulu yang hidup di gua-gua atau di atas pohon. Namun karena kemampuannya berpikir tidak semata-mata didorong oleh sekedar kelestarian hidupnya tetapi juga untuk membuat hidupnya lebih menyenangkan, maka mereka mampu membuat rumah di atas tiang-tiang kayu yang kokoh dan bahkan sekarang manusia mampu membuat istana atau gedung-gedung pencakar langit. Bandingkan dengan burung tempua dengan sarangnya yang indah yang nampak tak mengalami perubahan sepanjang masa. Demikianlah juga dengan harimau yang hidup dalam gua-gua atau monyet yang membuat sarang di atas pohon tidak mengalami perubahan sepanjang zaman.

Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari seperti bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif untuk berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-hal yang menyangkut keindahan.

Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan itu, tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya. Manusia mempunyai rasa ingin tahu ( curiousty ) yang tinggi dan selalu berkembang. Meskipun makhluk lainnya juga memiliki rasa ingin tahu tetapi itu hanya sebatas digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan saja. Perkembangan rasa ingin tahu pada manusia dimulai dengan timbulnnya pertanyaan dari sesuatu yang dilihat dan diamatinya. Adanya kemampuan berpikir pada manusia menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu manusia terhadap alam semesta ini . Jawaban tehadap berbagai banyak pertanyaan manusia terhadap peristiwa dan gejala yang terjadi di alam semesta ini akhirnya menjadi ilmu pengetahuan.

 

3.  Sifat Keingintahuan Manusia

Manusia dengan rasa ingin tahunya yang besar ,selalu berusaha mencari keterangan tentang fenomena alam yang teramati. Untuk menjawab semua rasa ingin tahu manusia sering mereka – reka jawaban mereka sendiri . Pengetahuan seperti inilah yang disebut pseudo science. Ilmu pengetahuan juga berkembang sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan cara berpikir dan alat bantu yang ada pada saat itu .

Cara memperoleh sains semu ( pseudo sains ), antara lain :

  1. Mitos
  2. Wahyu
  3. Otoritas dan tradisi
  4. Prasangka
  5. Intuisi
  6. Penemuan kebetulan
  7. Cara – coba – ralat

 

Pada zaman Yunani ( 600 – 200 SM ) terjadi pola pikir yang lebih maju dari pola pikir mitos, dimana terjadi penggabungan antara pengamatan, pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional. Aliran ini disebut rasionalisme. Lebih lanjut lagi dikenal dengan metode deduksi yaitu penarikan suatu kesimpulan didasarkan pada suatu yang bersifat umum (Premis mayor) menuju ke yang khusus (Premis minor). Dasar metode ilmiah sekarang adalah metode induksi, yang intinya adalah bahwa pengambilan keputusan dan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimen.

 

B. Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia

1. Perkembangan Fisik Manusia

Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-laki.

Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya bagian organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.

Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala dibawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakn semakin berkurang. Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja.

Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat purbertas, yang ditandai diantaranya dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada daerah-daerah tertentu dan fungsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).

Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.

Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar, makan, berbicara dan berjalan. Pada usia 2-7 tahun rasa ingin tahu akan makin besar. Masa remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya manupun dengan orang dewasa, karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang dewasa walaupun secara emosional belum memedai. Selanjutnya setelah usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung jawab.

 

2. Perkembangan Sikap dan Pikiran Manusia

Bila dibandingkan dengan hewan, maka tubuh manusia lemah, sedangkan rohaninya, yaitu akal budi dan kemauannya sangat kuat. Manusia tidak dapat terbang seperti burung, tidak dapat berenang secepat buaya, tidak mampu mengangkat benda berat seperti gajah, dan sebagainya, tetapi dengan akal budinya dan kemauannya, manusia dapat menjadi makhluk yang lebih dari makhluk lain. Kelebihan manusia itu karena memiliki akal budi dan kemauan yang keras sehingga dapat mengendalikan jasmaninya.

Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin tahu inilah mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (makrokosmos) mapun alam kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi. Dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi, menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.

Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang. Setiap hari mereka berhubungan dan mengamati benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya. Pengamatan-pengamatan yang ditangkap melalui panca indera-nya merupakan objek rasa ingin tahunya. Manusia tidak akan merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai hal-hal yang diamatinya. Mereka berusaha mencari jawabannya dan untuk itu mereka harus berpikir. Rasa ingin tahunya terus berlanjut. Bukan hanya “apa”-nya saja yang ingin diketahui jawabannya, tetapi juga jawaban dari “bagaimana” dan kemudian berlanjut “mengapa” tentang hal-hal yang bersangkutan dengan benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang diamatinya.

 

C. Sejarah Pengetahuan Manusia

Manusia selalu merasa ingin tahu, maka sesuatu yang belum terjawab dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui dan wallahualam bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya. Perkembangan lebih lanjut lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri jawabannya. A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metefisika. Mitologi adalah pengetahuan tentang  mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.

Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan pancaindra manusia serta keinggintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.

Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), eliptika (bidang edar matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap.

Tongkak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales (624-546) seorang astronom, pakar dibidang matematika dan teknik. Ia berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya mementulkan sinar matahari,dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya.

Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Berdasarkan hal itulah mulailah dikembangkan pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan sosialnya. Pengetahuan ini selanjutnya disebut sebagai teknologi yang merupakan penerapan IPA dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi, produksi dan industri secara tidak langsung akan diikuti dengan perubahan pola hidup manusia. Perubahan ini juga semakin mendorong rasa ingin tahu manusia ke arah yang lebih kompleks. Dengan demikian manusia akan terus berusaha mengetahui segala rahasia alam semesta yang belum terungkap.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu. Hewan juga mempunyai “rasa ingin tahu” akan tetapi tidak berkembang atau disebut “idle curiousity” atau “instinct.” Segala aktivitasnya didorong oleh instink itu dengan tujuan untuk melestarikan hidupnya. Untuk itulah mereka mencari makan, melindungi diri dan berkembang biak.

Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Akumulasi dari segala yang mereka dapat dari usahanya mendapatkan jawaban dari keingintahuannya itu merupakan “pengetahuan”-nya. Pengetahuan manusia selalu berkembang. Ia selalu tidak puas dengan fakta tetapi ingin tahu juga tentang “apa,” “bagaimana” dan “mengapa” demikian.

Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

 

  1. B.     SARAN

Manusia secara alamiah, dari zaman purba sampai zaman dewasa sekarang  memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut menyebabkan manusia menyelidiki persoalan-persolan yang akan menghasilkan jawaban. Demikianlah pikiran manusia berkembang dari pikiran primitif sampai kepikiran yang modern.

Dengan adanya ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu pada diri manusia, maka diharapkan setiap individu mengembangkan rasa ingin tahu tersebut menjadi penelitian-penelitian yang akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berguna bagi ilmu pengetahuan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmadi, A., dan Supanto, A. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta

http://wardina-a.blogspot.com/2012/01/alam-pikiran-manusia-dan.html Diakses tanggal 11 September 2012

http://titinmath.wordpress.com/2012/01/13/makalah-perkembangan-pikiran-manusia/ diakses tanggal 11 September 2012

 

 

“ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN PERTUMBUHAN JAMUR DI ATAS PERMUKAAN KACA”

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Biologi merupakan suatu ilmu yang berdekatan dengan kehidupan kita sehari-hari dan biologi merupakan suatu penghubung dari semua ilmu alam dan juga sebagai ilmu yang mempertemukan ilmu alam dengan ilmu sosial. Salah satu pokok pembahasan di dalam ilmu biologi adalah jamur (Mykes). Jamur adalah organisme eukariot dengan dinding sel yang tersusun dari kitin. Jamur tidak memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis.

Jamur hidup dengan menyerap zat organik disekitarnya. Bahan organik yang diserap itu digunakan untuk kelangsungan hidupnya dan juga disimpan dalam bentuk glikogen yang merupakan senyawa karbohidrat. Jamur dapat hidup di lingkungan yang bermacam-macam. Namun pada umumnya mereka hidup di tempat-tempat yang basah atau lembap. Selain itu, banyak juga jamur yang hidup ada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar. Jamur dapat hidup dengan bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak yang dapat hidup di habitat yang ekstrim. Seperti gurun, kutub, dll.

Secara alami, jamur memperoleh nutrisi untuk tumbuh berupa zat organik secara heterotrof dengan cara menyrap sisa-sisa organisme (Pada jamur yang bersipat saprofit dari organisme lain (Pada jamur yang bersifat parasit dan mutual), dengan demkian pada umumnya jamur hidup di organisme yang memiliki zat organik. Sementara kemungkinan jamur dapat tumbuh pada anorganik akan sulit dibuktikan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin melakukan penelitian terhadap kemungkinan jamur dapat tumbuh di permukaan bahan anorganik berupa kaca. Maka dari itu, penulis mengambil judul penelitian “Analisis penyebab kegagalan pertumbuhan jamur pada permukaan kaca”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “Mengapa permukaan kaca tidak akan ditumbuhi jamur?”

1.3  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pertumbuhan jamur.
  2. Untuk mengetahui habitat hidup jamur.
  3. Untuk memenuhi tugas mata penelitian pendidikan biologi.

1.4  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

  1. Sebagai bahan untuk menunjang pembelajaran biologi konsep Kingdom plantae pada SMA kelas X semester 1 dan ada SMP kelas VII semester 1
  2. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa pendidikan biologi PMIPA peserta kuliah Morfologi tumbuhan dan Botani Tumbuhan Rendah

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Jamur

Jamur sering kita lihat di sekitar tempat tinggal kita terutama banyak muncul pada saat musim hujan. Organisme itu muncul seperti payung. Ada yang berwarna putih, merah dll. Bahkan ada jamur yang dapat dikonsumsi oleh kita.

Suroso AY dalam buku Ensiklopedi Sains dan Kehidupan (2003 : 104) mengungkapkan bahwa Jamur merupakan suatu kerajaan (Kingdom) dari makhluk hidup yang struktur tubuhnya tidak mengandung klorofil, tetapi dinding selnya terbuat dari selulosa dan selnya mengandung zat glikogen (Suatu senyawa karbohidrat), sehingga ia tidak dapat berfotosintetis.

Wikipedia Indonesia mendefinisikan Jamur atau cendawan adalah 

tumbuhan yang tidak mempunyai  klorofil sehingga bersifatheterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. sehingga bersifat heterotrof.  Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidratproteinvitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

(http://id.wikipedia.org/wiki/jamur).

Jamur tergolong kedalam salah satu tumbuhan heterotrof yang mana memperoleh zat organik dari organisme lain. Zat organik dapat berasal dari sisa-sisa organisme hidup, organisme mati, dan bahan tak hidup. Jamur yang bersifat saprofit atau jamur yang memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup. Contohnya, daun, pakaian dan kertas. Penguraian oleh jamur yang mempunyai sifat ini menyebabkan pelapukan dan pembusukan. Jamur yang bersifat parasit memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Jamur ini dapat merugikan organisme yang didiaminya karena dapat menyebaban penyakit. Ada juga jamur yang bersimbiolis mutulisme yang saling menguntungkan dengan organisme lainnya. (Diah Aryulia, 2010 : 207-209).

2.2 Ciri-ciri Jamur dan Klasifikasi Jamur

Menurut Albert Towle, 1989, jamur dimasukkan kedalam kingdom fungi dan kingdom protista :

a. Kingdom Fungi

Ciri: mempunyai hifa bersekat, dinding sel terdiri dari kitin, polysakarida komplek, selulosa, reproduksi seksual dengan persatuan gamet-gamet yang diikuti persatuan protoplasma. Reproduksi aseksual dengan spora, fragmentasi. Klasifikasi dari kingdom fungi terdiri dari 4 divisi yaitu :

1. Divisi Zygomycota

  • Hifa berinti banyak, reproduksi dengan spora, sporangia, reproduksi seksual dengan konjugasi zygospora.

2. Divisi Basidiomycota

  • Hifa bersekat, reproduksi aseksual dengan fragmentasi, reproduksi seksual dengan basidiospora.

3. Divisi Ascomycota

  • Hifa bersekat, bisa uniseluler, reproduksi aseksual dengan konidia juga dengan bertunas, reproduksi seksual dengan ascospora.

4. Divisi Deuteromycota

  • Hifa bersekat, berkembang biak dengan konidia.

b. Kingdom Protista

Dimasukkan dalam protista karena memiliki ciri-ciri seperti amoeba, makanannya seperti amoeba yaitu bakteri dan zat organik lain, morfologi dan physiologi mirip dengan amoeba, sel prokariotik. Klasifikasi dari kingdom protista adalah sebagai berikut :

1. Phylum Acrasiomycota

  • Ciri : berinti satu, terdiri dari myxamuba, reproduksi dengan sporangia. Tubuh seperti pseudoplasmodium, sel eukariotik.
  • Fase vegetatif serupa amuba yang berinti satu.

2. Phylum Myxomycota

  • Ciri : berupa plasmodium yang mempunyai banyak inti, berkembangbiak dengan sporangia.
  • Fase vegetatif serupa plasmodium yang hidup bebas.

3. Pylum chytridiomycota

  • Tubuh berupa benang-benang hifa, mpy dinding yang pasti, inti eukariotik, menghasilkan spora kembara.
  • Khusus menghasilkan sel berflagel : klas oomycetes.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini, menggunakan metode :

Library research atau telaah pustaka yaitu penelaahan kepustakaan dengan mencari data-data atau keterangan dari berbagai buku yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di tempat tinggal peneliti yaitu di blok C Cilik Riwut kec. Kapuas kuala kab. Kuala kapuas. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu Juni 2012.

   Waktu penelitian dapat diuraikan dalam tabel di bawah ini :

Jadwal kegiatan penelitian

No.

Jenis Kegiatan Penelitian

Waktu

Ket.

1.

Menyusun Proposal

1 hari

10 Juni 2012

2.

Melakukan Percobaan Pertama

2 hari

15-16 Juli 2012

3.

Menganalisis hasil percobaan pertama

1 hari

17 Juli 2012

4.

Melakukan percobaan kedua

2 hari

18-19 Juli 2012

5.

Menganalisis hasil percobaan kedua

1 hari

20 Juli 2012

6.

Menyusun laporan hasil penelitian

1 hari

20 Juli 2012

7.

Presentasi hasil penelitian

1 hari

21 Juli 2012

       

           

3.2 Objek, Populasi dan Sampel penelitian

3.2.1 Objek, Populasi penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah meliputi organisme jamur atau Mykes yang merupakan makhluk hidup yang struktur tubuhnya tidak memiliki klorofil. tetapi dinding selnya terbuat dari selulosa dan selnya mengandung zat glikogen. Dengan alat perkembangbiakannya berupa spora dan hifa.

Populasi dalam penelitian ini meliputi jenis-jenis habitat hidup jamur (Mykes) yang berupa bahan organik dan anorganik. Bahan organik seperti roti, kayu, dll. Sedangkan bahan anorganik adalah seperti permukaan kaca, plastik, kramik, fyberglass, logam dll.

            3.2.2    Sampel penelitian

Sampel penelitiannya adalah bahan organik berupa roti dan bahan anorganiknya berupa kaca.

3.3  Deskripsi Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis akan menguji hubungan sebab akibat yang menjadi variabel bebas dan terikat. Adapun hubungan sebab akibatnya adalah jamur tidak akan tumbuh di permukaan kaca.

Variabel bebasnya adalah kaca adalah bahan anorganik yang tidak memiliki zat yang dapat diserap oleh jamur.

Variabel terikatnya adalah jamur tidak akan tumbuh di permukaan kaca.

3.4  Alat Dan Bahan

Alat yang akan peneliti gunakan adalah :

a)      Alat tulis

b)      peralatan dan bahan yang digunakan untuk melakukan percobaan.

c)      Literatur yang mendukung percobaan.

 

 

 

3.5  Analisis Data

Penelitian yang di lakukan adalah penelitian kualitatif yang berupa skema atau uraian data pengamatan secara rinci. Misalnya, data ciri suatu organisme yang digambarkan secara morfologi dan data proses perkembangan organisme.

 

 

 

 

 

Daun Tunggal

Daun merupakan bagian dari tumbuhan yang paling penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:

  1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
  2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
  3. Penguapan air (transpirasi)
  4. Pernapasan (respirasi)
  1. Bagian-bagian daun

Daun lengkap terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
  2. Tangkai daun (petiolus)
  3. Helaian daun (lamina)
  1. Bangun/ bentuk daun (Circumscription)

Berdasarkan letak daun yang tersebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu :

  1. 1.      Bagian yang terlebarnya kira-kira di tengah-tengah helaian daun.

Tumbuhan yang memiliki daun yang terlebarnya terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (peltatus), jorong (opalis atau ellipticu), memanjang (oblongus) dan bangun lanset (lanceolatus).

  1. 2.      Bagian terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun

Daun-daun yang mempunyai bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu :

  1. a.      Pangkal daunnya tidak bertoreh.

Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti : bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).

  1. b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk.

Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).

  1. 3.          Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun

Daun dengan bagian terlebar terdapat di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus) dan bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus).

  1. 4.          Tidak ada bagian terlebar atau dari pangkal  ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya.

Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus) dan bangun jarum (acerosus).

  1. Ujung daun (Afex folli) dan pangkal daun (basis folli)

Ujung dan pangkal daun memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).

  1. Susunan tulang daun (nervatio atau venation)

Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu : daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cerninervis), dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).

  1. Tepi daun (margo folli)

Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer) dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu:

  1. 1.      Tepi daun dengan toreh yang merdeka

Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda atau rangkap (bisseratus), bergerigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).

 

  1. 2.      Toreh daun denga toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya

Berdasarkan dalamnya torehan pada tepi daun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : berlekuk (lobatus), bercangap (fissus), dan berbagi (partitus).

  1. Daging daun (intervenium)

Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat tipis seperti selaput (membranccus), seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), tipis lunak (herbaceous), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit bertulang (coriaceus), dan berdaging (carnosus).

  1. Warna daun 

Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang warnanya tidak hijau. Selain itu warna hijau pada pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi/nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.

  1. Permukaan daun

Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik, rambut-rambut, duri, dan lain-lain. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (laevis), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (lepidus).